Senin, 28 November 2011

METAMORFOSIS KUPU-KUPU

Kupu-kupu mengalami siklus perubahan yang unik, yaitu metamorfosis. Siklusnya terdiri atas empat fase, yaitu fase telur, larva, pupa, dan imago.

Saat menjadi telur ukurannya kecil sekali, sekitar 0,4 cm. Telur itu dilapisi lilin yang tipis. Fungsinya menjaga telur supaya tidak kekeringan. Akhirnya, setelah berumur 4-5 hari, telur itu telur itu akan menetas menjadi ulat (larva).


Tubuh ulat memiliki 14-15 benjolan. Ia memiliki mata kecil, rahang untuk mengunyah, berkaki delapan buah, dan sungut yang pendek. Kelenjar ludahnya mengeluarkan sesuatu mirip benang. fase larva disebut juga fase makan. Sebab, pada fase ini, ia banyak makan daun sehingga badannya membesar dan mengalami beberapa kali pengelupasan dan pergantian kulit (moulting). Jika perut ulat seperti mau pecah, ia berubah menjadi pupa (kepompong). Fase pupa disebut juga fase istirahat. Pada fase ini ia sepenuhnya istirahat selama kira-kira 10 hari.

Pada fase terakhir, pupa akan pecah dan berubah menjadi imago (kupu-kupu). Jika imago sudah mendapat pasangan, ia akan berkopulasi (melepaskan telur) dan akhirnya siklus kupu-kupu baru akan mulai dari awal lagi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar